Our social:

Bisakah wong Serang berbahasa tanpa “Geh”

Berawal dari pertanyaan seorang teman dari mana asal saya, dan ketika saya sebut kata Serang-Banten.. teman tersebut langsung menyebut kata “Geh” lebih jelasnya begini: wah yang biasa ngomongnya pake “Geh” itu ya?! Ga ada yang aneh tapi teman tersebut berkata seperti itu sambil ketawa, saya pun tidak tahu maksud dari teman saya tersebut, apakah sebuah ejekan atau hanya bercanda, atau mungkin kata “geh” tersebut merupakan trademark dari orang Banten khususnya orang Serang.

meskipun semenjak kuliah dan menetap di jakarta saya telah beradaptasi dan menghilangkan kata “geh” dalam berbahasa saya, tapi bagaimanapun juga saya adalah keturunan asli Serang dan ketika ada seseorang yang menyinggung kata tersebut saya jadi bertanya-tanya, apa yang salah? Apakah seharusnya kata tersebut dihilangkan? Atau apakah kita harus tetap memelihara kata tersebut yang merupakan sebuah kebiasaan atau bahkan budaya dari masyrakat Serang-Banten.?

Apabila kata “geh” tersebut merupakan sebuah budaya dan kebiasaan masyrakat Serang, apakah sepantasnya kita balik mempertanyakan bagi mereka yang Asli wong Banten yang menghilangkan kata “geh” dari pembendaharaan kata mereka, bahwa mereka secara tidak langsung telah menghilangkan salah satu budaya Banten?

Advertisment